<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741</id><updated>2012-02-03T09:55:20.919+07:00</updated><title type='text'>FANDHOLI's Blog</title><subtitle type='html'>Expressing and Sharing Experiences</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-910408590888473794</id><published>2012-02-03T09:52:00.000+07:00</published><updated>2012-02-03T09:54:07.952+07:00</updated><title type='text'>Tips Menghadapi Ujian Nasional 2012</title><content type='html'>1. SEBELUM UJIAN&lt;br /&gt;Mengingat ujian tinggal beberapa bulan lagi usahakan ketika belajar di kelas belajar kelompok atau belajar di tempat les anda harus benar benar fokus, boleh kadang bercanda hanya sekedar untuk melepas penat dan biarlah otak kita beristirahat sejenak.&lt;br /&gt;Keduanya rajin-rajinlah latihan mengerjakan soal atau ikut tryout, hal ini bisa melatih mental kita dan kita bisa tahu siapa siapa saja saingan kita, hal ini berguna banget buat menyiapkan diri waktu ujian baerlangsung, tapi jangan menyontek. kalau menyontek waktu tryout atau melihat ujian sama saja bohong buat apa ikut tryout cape cape bayarnya juga mahal pula tapi yang kalian cari hanya peringkat tinggi di tryout tadi hanya sekedar untuk gengsi, kerjakan sendiri saja apapun hasilnya ini untuk mengukur kemampuan kita sendiri.&lt;br /&gt;Jangan lupa refreshing buat penyegaran otak biar tidak stres tapi jangan keterusan, usahakan refreshing ke tempat rekreasi alam bisa bersama teman atau keluarga jangan malah cuma ngenet atau maen game di rumah…&lt;br /&gt;Jangan lupa olahraga biar tidak gampang sakit, rajin beribadah penting banget itu untuk mententramkan hati kita, sering sering konsultasi ke guru atau orang tua tentang pelajaran atau tentang informasi di perkuliahan.&lt;br /&gt;2. WAKTU UJIAN&lt;br /&gt;Malam sebelum ujian sebaiknya jangan belajar yang terlalu berat. gunakan waktu ini hanya untuk mengingat kembali materi yang telah kita kuasai dan jangan mencoba belajar materi yang sama sekali tidak kita kuasai.&lt;br /&gt;Yakinllah bahwa bekal yang kalian siapkan untuk ujian sudah cukup dan selalu berdoa.&lt;br /&gt;Bangunlah lebih awal pada hari H sekedar hanya untuk sholat agar di beri kekuatan yang besar untuk menghadapi soal soal hari ini sesulit apapun itu bagi yang muslim.&lt;br /&gt;Jangan lupa sarapan sebelum berangkat dan minta doa restu dari orangtua di jamin bakal tenang dan jangan sampai telat.&lt;br /&gt;Pastikan semua perlenkapan ujian telah siap jangan sampai ada yang ketinggalan, kalau ada hal yang terlupa bisa di pastikan hal ini akan membuat anda panik dan jadi down sebelum ujian.&lt;br /&gt;Waktu terima soal ujian cobalah untuk tersenyum seburuk apapun soalnya nanti dan sejelek apaun penjaga di ruang ujiannya, kalau bisa ketawa ketawa saja di buat rileks.&lt;br /&gt;jangan lupa berdo’a sebelum mengerjakan, nikmatilah detik detik ketika anda mengerjakan soal demi soal, jangan di buat stres dengan soal soal yang sulit di buat senyum saja ketika ada soal sulit, di hitung pelan pelan kalau tidak bisa tinggalin saja ganti soal yang lain, tapi ingat waktu, setelah selsai jangan lupa mengecek kelengakapan identitas di lembar jawaban, ini penting banget hukumnya fardhu’ain jgn lupa berdo’a setelah selesai.&lt;br /&gt;3. SETELAH UJIAN&lt;br /&gt;Jangan pernah membahas soal yang telah anda kerjakan karena hal ini tidak akan merubah apapun justru anda akan kecewa ketika nantinya anda tahu ada jawaban anda yang salah (so keep convident but don’t over convident).&lt;br /&gt;Ingat yang mengoreksi lembar jawaban kita sebenarnya bukanlah scanner atau petugas koreksi atau yang lainnya, yang mengoreksi jawaban kita sebenernya adalah Tuhan kita, Allah SWT. Dia menilai apakah kita pantas mendapatkan hasil yang maksimal atau tidak Allah akan menilai usaha kita dalam menempuh ujian ini.&lt;br /&gt;Hal yang terpenting adalah usaha kita soal hasilnya kita serahkan kepada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Dia lah yang tahu yang terbaik untuk kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://m-wali.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-910408590888473794?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/910408590888473794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=910408590888473794' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/910408590888473794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/910408590888473794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2012/02/tips-menghadapi-ujian-nasional-2012.html' title='Tips Menghadapi Ujian Nasional 2012'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-929847294564374406</id><published>2011-10-01T08:25:00.000+07:00</published><updated>2011-10-01T08:28:33.503+07:00</updated><title type='text'>Violence doesn’t have a religion</title><content type='html'>Using violence based on religion is blatantly misleading; religion does not lead to violence but to love and peace instead. The suicide bomb that occurred in the Bethel Injil Sepenuh Church (GBIS) Surakarta, also known as Solo, Central Java, is not linked with one particular religion and the fatalities should be perceived as victims rather than as the believers of a certain religion. In my point of view, the problem should be located in the victim-perpetrator relationship without adding religion into it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Religion, in one way or another, has nothing to do with violence. The main course of religion is peace-love. The history of religion is the peace-love narrative. The life narratives of the main figures in all religions have clearly shown the language of respect and peace. Despite the main message of religion, doctrinal interpretations have created the problems among and between religions. Since the interpretation is a human-made elucidation, the action that leads to violence is a personal responsibility.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the context of the recent suicide bombing in Solo, the perpetrator has hidden behind the strict interpretation attached to the Jamaah Ansharut Tauhit (JAT). Yet, the action of killing other people is a particular matter, Islam is far from the actions of suicide bombers. The perpetrator was not a Muslim, it was Pino Damayanto or Ahmad Urip instead. Instead of associating the victims with religion, we should rather name them according to their names. The violence is not associated with any religion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moreover, the violence in Solo was not the act of a religious group. It’s not an Islamic act, rather a JAT action. Confining the violence to the individual believers can reject the evil idea of a clash of religions. Thanks are due to Muslim and Christian leaders who stand up and criticize the perpetration of suicide bombs as an unreligious act.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammadiyah and Nahdlatul Ulama, the biggest Islamic groups in Indonesia, have criticized the person who is responsible for the suicide bomb as wrongly interpreting Islam. Both groups have also asked the government to end terrorism in Indonesia as soon as possible. This is a strong signal that violence does not have a religion. Perpetrators are criminals regardless of religious background.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By locating violence on the empirical basis, we let the judicial mechanism work according to the principle of equality before the law. At this point, the violence done by Pino Damayanto is not a religious issue; it’s a “law enforcement” subject. As the problem is in the law enforcement area, the issue should be away from any political rumors and games.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As a matter of fact, putting the suicide bomb in the exclusive domain will keep it free from bias. As usual, the government expresses sympathy and blames the perpetrator publicly, but the real action to cut off the root of terrorism and violence might not be finished yet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unlike with counterterrorism in other countries, Indonesia seems to be playing games with violence and terror. The government is reluctant to fight against terror and violence. JAT has allegedly been involved in more than one suicide bomb and terrorist act, but it does not make any sense that the Indonesian intelligent organizations has failed to crack down on the group terror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the course of private and state actions, John Finnis says, “Public acts must be strictly impartial between the members of the public – and public-community here includes not only the state but also political parties, etc. Public acts must look to the general good, in the sense of the good of each, and there is no room, as there is in private morality”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For Finnis, if a state does not take action against a blatantly personal action in public, the action could lead to a justification (John Finnis, 2011: 84). The bottom line in an Indonesian context is that the state, including the political parties, should take action against violence and terrorism, unless public will justifies the violence as virtuous conduct.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In fact, the justification of violence could create a wrong collective imagination on terror and violence. People will be haunted by the terrorism nightmare and the feeling of weakness. Vigorous action will send a message that the state is for everyone. Also, actions can craft a common vision of how people should live together in the state. Humans are imaginative beings. Therefore, imagination plays a pivotal role in bringing communities together into a state.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A state’s serious action against terrorism is the sermon to make violence a private matter. The bomb at the church in Solo was not violence against Christians rather it was against Indonesian State supremacy. The perpetrator is not a Muslim but a citizen who is committed to crime.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The heart of Indonesia is unity in diversity. Hence, the heart of Indonesia is under attack when a particular person launches violence toward others. For this reason, Indonesia and Bhinneka Tunggal Ika – Unity in Diversity – are two sides of one coin. One can not separate the principle from Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Jakarta Post&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-929847294564374406?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/929847294564374406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=929847294564374406' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/929847294564374406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/929847294564374406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2011/10/violence-doesnt-have-religion.html' title='Violence doesn’t have a religion'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-5119098560228280911</id><published>2011-07-16T14:43:00.001+07:00</published><updated>2011-07-16T14:54:38.984+07:00</updated><title type='text'>Foto terbaru</title><content type='html'>Gambar terbaru bisa dilihat &lt;a href="http://www.box.net/shared/tclsukqouiqv9s6su8mo" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-5119098560228280911?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/5119098560228280911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=5119098560228280911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/5119098560228280911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/5119098560228280911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2011/07/foto-terbaru.html' title='Foto terbaru'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-5303281482925288703</id><published>2011-07-15T23:42:00.001+07:00</published><updated>2011-07-16T00:12:25.624+07:00</updated><title type='text'>Info Pendidikan</title><content type='html'>Payung Hukum Untuk SPI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki tahun pelajaran baru, yang ditandai dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB), persoalan sumbangan pengembangan institusi (SPI) selalu mengundang pro dan kontra. Sekolah berada pada posisi terpojok. Stigma sebagai lembaga yang korup, dan tidak mematuhi regulasi adalah realitas yang harus dihadapi. Belum lagi ancaman untuk di-PTUN-kan, menjadi beban psikologis. Masalah ini selalu tidak pernah tuntas.&lt;br /&gt;Begitu mulai masuk sekolah, maka masalah ini hilang dengan sendirinya, dan muncul kembali pada tahun pelajaran berikutnya.&lt;br /&gt;Tanpa ada kepastian siapa yang bersalah.&lt;br /&gt;Sekolah dan civitas aka demica-nya betul betul dirugikan oleh kondisi itu. Energi sekolah terbuang percuma. Tidak jarang, isu ini menjadi komoditas politik, untuk kepentingan ter tentu.&lt;br /&gt;Sudah saatnya masyarakat mendapatkan aufklarung (pencerahan) tentang sekolah.&lt;br /&gt;Lewat pencerahan ini, masyarakat lebih memahami peran dan tanggung jawab sekolah, serta kewenangannya sehingga tidak akan ada lagi pikiran pikiran keliru tentang sekolah.&lt;br /&gt;Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas menyebutkan bahwa pendidikan memiliki tujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.&lt;br /&gt;Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, pemerintah menetapkan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang mengatur kriteria minimal tentang sistem pendidikan di negeri ini. Ada 8 standar yang diatur, mulai standar isi, proses, sampai standar pembiayaan. Terkait dengan standar pembiayaan, pemerintah menerbitkan PP Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan. Regulasi itu menjelaskan bahwa dana pendidikan merupakan sumber daya keuangan yang disediakan untuk menyelenggarakan dan mengelola pendidikan serta menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemda, dan masyarakat.&lt;br /&gt;Sekolah sebagai bagian dari sistem pendidikan memiliki banyak keterbatasan dalam mewujudkan tujuan pendidikan. Hal ini akibat Standar Nasional Pendidikan yang sudah ditetapkan tidak semuanya dapat dinikmati sekolah. Memang pada jenjang pendidikan dasar, sudah memperoleh BOS. Tetapi karena keterbatasan dan kekurangan sarana pendidikan, tidak semuanya dapat dicover.&lt;br /&gt;Efektivitas Perda Pada sisi lain, alokasi pemerintah untuk menyelesaikan kendala ini juga terbatas.&lt;br /&gt;Sekolah harus berpikir keras agar tujuan pendidikan tercapai. Upaya keras ini tertuang dalam anggaran pendapatan dan belanja sekolah (APBS). Dalam APBS dapat diketahui semua program sekolah lengkap dengan sumber dananya. APBS dalam penyusunannya melibatkan semua komponen sekolah, termasuk komite sekolah. Karena pemerintah tak mampu memenuhi APBS maka SPI menjadi salah satu solusi. Sejatinya SPI lahir melalui proses panjang, memiliki latar belakang filosofis dan yuridis yang kuat serta jauh dari aroma korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber : Suara Merdeka, 15 Juli 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-5303281482925288703?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/5303281482925288703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=5303281482925288703' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/5303281482925288703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/5303281482925288703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2011/07/info-pendidikan_15.html' title='Info Pendidikan'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-4209577295507386590</id><published>2011-07-15T23:38:00.001+07:00</published><updated>2011-07-15T23:40:48.346+07:00</updated><title type='text'>Info Pendidikan</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Managemen Pendidikan Ditangani Provinsi&lt;br /&gt;Usulan Marzuki Alie&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menekan sekaligus meminimalisasi politisasi tenaga pendidik di daerah, manajemen pendidikan yang selama ini dilakukan kabupaten/kota sebaiknya dikembalikan lagi ke tingkat provinsi.&lt;br /&gt;Wacana itu disampaikan Ketua DPR RI Marzuki Alie pada Seminar Nasional Otonomi Pendidikan di Kampus IKIP PGRI Semarang, Selasa (12/7). Wakil Ketua Partai Demokrat ini menjelaskan, masalah yang terjadi dari dampak otonomi daerah selalu dikaitkan dengan pelaksanaan otonomi pendidikan.&lt;br /&gt;Sebab, kondisi itu mengacu pada kebijakan yang telah diputuskan.&lt;br /&gt;`'Kebijakan otonomi daerah yang lahir pada masa reformasi melalui Undang-undang No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, justru menjadikan dunia pendidikan tidak makin cerah. Dalam praktiknya otonomi daerah hanya memindahkan permasalahan pendidikan dari pusat ke daerah.&lt;br /&gt;Sementara, kualitas pendidikan semakin sulit berkembang, karena ikut dijadikan objek politik para elite daerah,'' katanya dalam peserta seminar peringatan Dies Natalis IKIP PGRI.&lt;br /&gt;Aspek politik otonomi daerah sering terjadi pada pendidik dan tenaga pendidik yang menjadi korban.&lt;br /&gt;Kemudian pada aspek teknis seringkali terjadi pemerintah daerah tidak memenuhi tanggung jawab dalam pengalokasian dana pendidikan secara tepat.&lt;br /&gt;Marzuki menegaskan, sebaiknya manajemen pendidikan tidak dilakukan di kabupaten/kota, tapi diangkat di tingkat yang lebih tinggi agar tidak dipolitisasi. Sementara ke depan, pemilihan gubernur seharusnya tidak dipilih langsung oleh rakyat, tapi melalui DPRD.&lt;br /&gt;`'Jika gubernur masih dipilih langsung, maka politisasi tenaga pendidikan akan terus terjadi,'' ujarnya. Pembicara lainnya pakar pendidikan HAR Tilaar mengatakan, manajemen sistem pendidikan nasional dewasa ini menunjukkan gejala mengikuti paham neoliberal yang bertentangan dengan UUD 1945. Karena itu, pendidikan selayaknya diarahkan pada penggalian, pemanfaatkan, dan peningkatan kearifan lokal.&lt;br /&gt;`'Manajemen pendidikan nasional perlu diarahkan dari manajemen berbasis sekolah kepada manajemen berbasis masyarakat. Dalam kaitan ini harus digalakkan dan diefektifkan lembaga-lembaga komite sekolah, dewan pendidikan di daerah dan tingkat nasional,''katanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-4209577295507386590?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/4209577295507386590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=4209577295507386590' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/4209577295507386590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/4209577295507386590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2011/07/info-pendidikan.html' title='Info Pendidikan'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-8253018860634582486</id><published>2011-06-08T09:51:00.001+07:00</published><updated>2011-06-08T10:03:18.318+07:00</updated><title type='text'>Titip Hikam</title><content type='html'>Suatu kali (alm) Gus Dur berkunjung ke sebuah pesantren di Probolinggo. Ia datang bersama A.S. Hikam. Kisah ini terjadi sebelum Gus Dur menjadi presiden. Selesai ceramah, Gus Dur pamit kepada kyai tuan rumah untuk meneruskan kunjungannya ke pesantren berikutnya. Sambil pamit, Gus Dur bilang, “Aku titip Hikam di sini.”&lt;br /&gt;Waktu itu, A.S. Hikam belum terkenal. Sang Kyai menyangka “Hikam” adalah nama sebuah kitab. Ia pun mengiyakan begitu saja pesan Gus Dur. Begitu Gus Dur pergi, sang kyai segera mencari “kitab” itu. Dicari-cari tak juga ketemu. Akhirnya, ia mengerahkan para santri untuk mencari dimana gerangan “kitab” itu diletakkan. Kekonyolan itu baru berakhir setelah ia diberitahu oleh seorang santri yang kebetulan telah mengenal A.S. Hikam. “Oh…jadi, Hikam itu nama orang, to.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-8253018860634582486?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/8253018860634582486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=8253018860634582486' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/8253018860634582486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/8253018860634582486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2011/06/titip-hikam.html' title='Titip Hikam'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-7406990614579643598</id><published>2010-10-24T11:28:00.000+07:00</published><updated>2010-10-24T11:29:23.958+07:00</updated><title type='text'>Character Development and Nation Building</title><content type='html'>Character education has recently become an important issue in the Indonesian education system. After President Susilo Bambang Yudhoyono spoke on the importance of character education, many Indonesian schools immediately incorporated it as new subject in the curriculum. Some schools developed special programs called character education. &lt;br /&gt;Once a week, students must learn about values in character education sessions. Other schools have no sessions but teach the values in every subject, such as mathematics, physics, biology, Pancasila, Indonesian language or English language. &lt;br /&gt;Every teacher should teach about the values in their own subjects. Other schools provide character education through school-wide activities and rules. With these models, all teachers and staff members are responsible for student character building.&lt;br /&gt;Deputy education minister Fasli Jalalaid said that every school has the freedom to manage and choose how character education was taught to its students and therefore will have an opportunity to emphasize the school’s special character. &lt;br /&gt;For example, a school with a religious focus can teach piety as a special character-building value. Other schools might emphasize discipline. Honest schools will emphasize the honesty as special character value. Through special values, people will know the unique characteristic of a school, which might make the school more attractive to young people and parents.&lt;br /&gt;Even though each school has the freedom to choose the kind of values it emphasizes, for nation building there must be several values taught at every Indonesian school. Those values should be the most important values for supporting the Indonesian nation building project, and include the following.&lt;br /&gt;First, multicultural values. Indonesia is comprised of many ethnicities, religions, and cultures. If the nation wants to be strong in the future, we have to accept the differences among us. Without accepting the differences, we will easily slide into fights and conflicts. &lt;br /&gt;We have to realize that every Indonesian person has a right to live in this country. Without realizing and accepting that right, we will be weak as nation. The spirit of multiculturalism and religious diversity will encourage all people to accept others as members of the Indonesian nation. &lt;br /&gt;This is the spirit of Bhineka Tunggal Ika: we are many, but one. &lt;br /&gt;We sometimes lack that spirit. Some of us want to force our ideas on others &lt;br /&gt;Second, honesty. One important reason why corruption is very difficult to eradicate in Indonesia is the lack of honesty. Most of us are not honest anymore. The spirit of honesty should be inculcated at school. Students should learn about the value of honesty and practice it. &lt;br /&gt;They should learn to be honest in schools, honest with themselves, honest with other people, honest with their life and honest about what they are doing. They have to be honest when taking tests and national examinations. &lt;br /&gt;Third, learning to obey the law. Our country has many problems since many people don’t obey the law. We have many laws or rules. But some people don’t like to follow the laws. We know the laws, but sometimes we break the laws. &lt;br /&gt;Even people, who know the laws try to evade the law. Young people have to be taught how to behave according to the rule of law. In every school they have rules. Students should learn how to obey the rules. Doing something according to the law is very important, especially when most people have no moral values anymore. &lt;br /&gt;Fourth is justice. Another important value for nation building is justice. Our nation and our country will be strong if there is justice for all people in this country. It means if there is no discrimination by the people who are serving as officials and that the government pays attention to poor people when making decisions and development plans. To learn of the importance of justice, students should be trained about justice and how be just to other people.&lt;br /&gt;Fifth is empathy for other people, especially for the poor. The current era has led some people to live individualistically. Some people think only about their lives and families and don’t think about other people, especially the poor. &lt;br /&gt;The nation will become strong when all Indonesians care about each other as one family. A spirit of empathy and caring should be introduced to young people. By doing so, we hope that the next generation would be more caring and have attention to the others’ life. &lt;br /&gt;Sixth is the spirit for struggle. In the future we will have more challenges, either as individual or as nation. We need to struggle if we want to live better. The spirit to keep struggling should inculcated in students. Schools should help students to be creative and disciplined in their lives.  &lt;br /&gt;The process and the method of teaching those values are free. Each school is free to choose and to build its own method. But, according to my opinion, the values should be taught holistically. &lt;br /&gt;It means that all schools, the learning environments, the rules, the teachers, the staff members and students share the same values. &lt;br /&gt;Teachers will teach this value through their classes and schools will be managed according those values. Most importantly, students will have an opportunity to try and to use these values in real situations.&lt;br /&gt;The Jakarta Post&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-7406990614579643598?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/7406990614579643598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=7406990614579643598' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/7406990614579643598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/7406990614579643598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2010/10/character-development-and-nation.html' title='Character Development and Nation Building'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-7456153444808289248</id><published>2010-09-29T09:30:00.000+07:00</published><updated>2010-09-29T09:31:18.083+07:00</updated><title type='text'>IBADAH</title><content type='html'>Panduan Ibadah Qurban&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya, Maka shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah hewan.” (Qs. Al Kautsar: 2) Syaikh Abdullah Alu Bassaam mengatakan, “Sebagian ulama ahli tafsir mengatakan; yang dimaksud dengan menyembelih hewan adalah menyembelih hewan qurban setelah shalat Ied.” Pendapat ini dinukil dari Qatadah, Atha’ dan Ikrimah (Taisirul ‘Allaam, 534, Taudhihul Ahkaam IV/450, &amp; Shahih Fiqih Sunnah II/366). Dalam istilah ilmu fiqih hewan qurban biasa disebut dengan nama Al Udh-hiyah yang bentuk jamaknya Al Adhaahi (dengan huruf ha’ tipis).&lt;br /&gt;Pengertian Udh-hiyah&lt;br /&gt;Udh-hiyah adalah hewan ternak yang disembelih pada hari Iedul Adha dan hari Tasyriq dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah karena datangnya hari raya tersebut (lihat Al Wajiz, 405 dan Shahih Fiqih Sunnah II/366)&lt;br /&gt;Keutamaan Qurban&lt;br /&gt;Menyembelih qurban termasuk amal salih yang paling utama. ‘Aisyah radhiyallahu’anha menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah anak Adam melakukan suatu amalan pada hari Nahr (Iedul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah melebihi mengalirkan darah (qurban), maka hendaknya kalian merasa senang karenanya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dengan sanad sahih, lihat Taudhihul Ahkam, IV/450)&lt;br /&gt;Hadis di atas didla’ifkan oleh Syaikh Al Albani (Dla’if Ibn Majah, 671). Namun kegoncangan hadis di atas tidaklah menyebabkan hilangnya keutamaan berqurban. Banyak ulama menjelaskan bahwa menyembelih hewan qurban pada hari idul Adlha lebih utama dari pada sedekah yang senilai atau seharga dengan hewan qurban, atau bahkan lebih utama dari pada sedekah yang lebih banyak dari pada nilai hewan qurban. Karena maksud terpenting dalam berqurban adalah mendekatkan diri kepada Allah. Bukan semata-mata nilai binatangnya. Disamping itu, menyembelih qurban lebih menampakkan syi’ar islam dan lebih sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (lihat Shahih Fiqh Sunnah 2/379 &amp; Syarhul Mumthi’ 7/521)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Qurban&lt;br /&gt;Dalam hal ini para ulama terbagi dalam dua pendapat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Wajib bagi orang yang berkelapangan. Ulama yang berpendapat demikian adalah Rabi’ah (guru Imam Malik), Al Auza’i, Abu Hanifah, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya, Laits bin Sa’ad beserta beberapa ulama pengikut Imam Malik, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahumullah. Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan: “Pendapat yang menyatakan wajib itu tampak lebih kuat dari pada pendapat yang menyatakan tidak wajib. Akan tetapi hal itu hanya diwajibkan bagi yang mampu…” (lih. Syarhul Mumti’, III/408) Diantara dalilnya adalah hadits Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berqurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah 3123, Al Hakim 7672 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)&lt;br /&gt;Pendapat kedua menyatakan Sunnah Mu’akkadah (ditekankan). Dan ini adalah pendapat mayoritas ulama yaitu Malik, Syafi’i, Ahmad, Ibnu Hazm dan lain-lain. Ulama yang mengambil pendapat ini berdalil dengan riwayat dari Abu Mas’ud Al Anshari radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya aku sedang tidak berqurban. Padahal aku adalah orang yang berkelapangan. Itu kulakukan karena aku khawatir kalau tetanggaku mengira qurban itu adalah wajib bagiku.” (HR. Abdur Razzaq dan Baihaqi dengan sanad shahih). Demikian pula dikatakan oleh Abu Sarihah, “Aku melihat Abu Bakar dan Umar sementara mereka berdua tidak berqurban.” (HR. Abdur Razzaaq dan Baihaqi, sanadnya shahih) Ibnu Hazm berkata, “Tidak ada riwayat sahih dari seorang sahabatpun yang menyatakan bahwa qurban itu wajib.” (lihat Al Muhalla 5/295, dinukil dari Shahih Fiqih Sunnah II/367-368, dan Taudhihul Ahkaam, IV/454).&lt;br /&gt;Dalil-dalil di atas merupakan dalil pokok yang digunakan masing-masing pendapat. Jika dijabarkan semuanya menunjukkan masing-masing pendapat sama kuat. Sebagian ulama memberikan jalan keluar dari perselisihan dengan menasehatkan: “…selayaknya bagi mereka yang mampu, tidak meninggalkan berqurban. Karena dengan berqurban akan lebih menenangkan hati dan melepaskan tanggungan, wallahu a’lam. (Tafsir Adwa’ul Bayan, 1120).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah…! Bagi mereka yang berqurban, Allah akan segera memberikan ganti biaya qurban yang dia keluarkan. Karena setiap pagi Allah mengutus dua malaikat, yang satu berdo’a: “Yaa Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfaq.” Dan yang kedua berdo’a: “Yaa Allah, berikanlah kehancuran bagi orang yang menahan hartanya (pelit).” (HR. Al Bukhari 1374 &amp; Muslim 1010).&lt;br /&gt;Hewan yang Boleh Digunakan untuk Qurban&lt;br /&gt;Hewan qurban hanya boleh dari jenis Bahiimatul Al An’aam (hewan ternak). Dalilnya adalah firman Allah yang artinya, “Dan bagi setiap umat Kami berikan tuntunan berqurban agar kalian mengingat nama Allah atas rezki yang dilimpahkan kepada kalian berupa hewan-hewan ternak (bahiimatul an’aam).” (Qs. Al Hajj: 34). Dalam bahasa arab, yang dimaksud Bahiimatul Al An’aam hanya mencakup tiga binatang yaitu onta, sapi atau kambing. Oleh karena itu, berqurban hanya sah dengan tiga hewan tersebut dan tidak boleh selain itu. Bahkan sekelompok ulama menukilkan adanya ijma’ (kesepakatan) bahwasanya qurban tidak sah kecuali dengan hewan-hewan tersebut (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/369 dan Al Wajiz 406) Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan, “Bahkan jika seandainya ada orang yang berqurban dengan jenis hewan lain yang lebih mahal dari pada jenis ternak tersebut maka qurbannya tidak sah. Andaikan dia lebih memilih untuk berqurban seekor kuda seharga 10.000 real sedangkan seekor kambing harganya hanya 300 real maka qurbannya (dengan kuda) itu tidak sah…” (Syarhul Mumti’ III/409)&lt;br /&gt;Seekor Kambing untuk Satu Keluarga&lt;br /&gt;Seekor kambing cukup untuk qurban satu keluarga, dan pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sebagaimana hadits Abu Ayyub radhiyallahu’anhu yang mengatakan, “Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.” (HR. Tirmidzi dan beliau menilainya shahih, lihat Minhaajul Muslim, 264 dan 266)&lt;br /&gt;Oleh karena itu, tidak selayaknya seseorang mengkhususkan qurban untuk salah satu anggota keluarganya tertentu, misalnya qurban tahun ini untuk bapaknya, tahun depan untuk ibunya, tahun berikutnya untuk anak pertama, dan seterusnya. Sesungguhnya karunia dan kemurahan Allah sangat luas maka tidak perlu dibatasi.&lt;br /&gt;Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berqurban untuk dirinya dan seluruh umatnya. Suatu ketika beliau hendak menyembelih kambing qurban, sebelum menyembelih beliau mengatakan: “Yaa Allah ini – qurban – dariku dan dari umatku yang tidak berqurban.” (HR. Abu Daud 2810 &amp; Al Hakim 4/229 dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ 4/349). Berdasarkan hadis ini, Syaikh Ali bin Hasan Al Halaby mengatakan: “Kaum muslimin yang tidak mampu berqurban, mendapatkan pahala sebagaimana orang berqurban dari umat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud: “…kambing hanya boleh untuk satu orang, sapi untuk tujuh orang, dan onta 10 orang…” adalah biaya pengadaannya. Biaya pengadaan kambing hanya boleh dari satu orang, biaya pengadaan sapi hanya boleh dari maksimal tujuh orang dan qurban onta hanya boleh dari maksimal 10 orang.&lt;br /&gt;Namun seandainya ada orang yang hendak membantu shohibul qurban yang kekurangan biaya untuk membeli hewan, maka diperbolehkan dan tidak mempengaruhi status qurbannya. Dan status bantuan di sini adalah hadiah bagi shohibul qurban. Apakah harus izin terlebih dahulu kepada pemilik hewan? Jawab: Tidak harus, karena dalam transaksi pemberian sedekah maupun hadiah tidak dipersyaratkan memberitahukan kepada orang yang diberi sedekah maupun hadiah.&lt;br /&gt;Ketentuan Untuk Sapi &amp; Onta&lt;br /&gt;Seekor Sapi dijadikan qurban untuk 7 orang. Sedangkan seekor onta untuk 10 orang. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan, “Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Iedul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor onta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.” (Shahih Sunan Ibnu Majah 2536, Al Wajiz, hal. 406).&lt;br /&gt;Dalam masalah pahala, ketentuan qurban sapi sama dengan ketentuan qurban kambing. Artinya urunan 7 orang untuk qurban seekor sapi, pahalanya mencakup seluruh anggota keluarga dari 7 orang yang ikut urunan.&lt;br /&gt;Arisan Qurban Kambing?&lt;br /&gt;Mengadakan arisan dalam rangka berqurban masuk dalam pembahasan berhutang untuk qurban. Karena hakekat arisan adalah hutang. Sebagian ulama menganjurkan untuk berqurban meskipun harus hutang. Di antaranya adalah Imam Abu Hatim sebagaimana dikatakan oleh Sufyan Ats Tsauri dan disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya (Tafsir Ibn Katsir, surat Al Hajj: 36)[1]. Demikian pula Imam Ahmad dalam masalah aqiqah. Beliau menyarankan agar orang yang tidak memiliki biaya aqiqah agar berhutang dalam rangka menghidupkan sunnah aqiqah di hari ketujuh setelah kelahiran.&lt;br /&gt;Sebagian ulama lain menyarankan untuk mendahulukan pelunasan hutang dari pada berqurban. Di antaranya adalah Syaikh Ibn Utsaimin dan ulama tim fatwa islamweb.net dibawah bimbingan Dr. Abdullah Al Faqih (lih. Fatwa Syabakah Islamiyah no. 7198 &amp; 28826). Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan: “Jika orang punya hutang maka selayaknya mendahulukan pelunasan hutang dari pada berqurban.” (Syarhul Mumti’ 7/455). Bahkan Beliau pernah ditanya tentang hukum orang yang tidak jadi qurban karena uangnya diserahkan kepada temannya yang sedang terlilit hutang, dan beliau jawab: “Jika di hadapkan dua permasalahan antara berqurban atau melunaskan hutang orang faqir maka lebih utama melunasi hutang, lebih-lebih jika orang yang sedang terlilit hutang tersebut adalah kerabat dekat.” (lih. Majmu’ Fatawa &amp; Risalah Ibn Utsaimin 18/144).&lt;br /&gt;Namun pernyataan-pernyataan ulama di atas tidaklah saling bertentangan. Karena perbedaan ini didasari oleh perbedaan dalam memandang keadaan orang yang berhutang. Sikap ulama yang menyarankan untuk berhutang ketika qurban terkait dengan orang yang keadaanya mudah dalam melunasi hutang atau hutang yang jatuh temponya masih panjang. Sedangkan anjuran sebagian ulama untuk mendahulukan pelunasan hutang dari pada qurban terkait dengan orang yang kesulitan melunasi hutang atau orang yang memiliki hutang dan pemiliknya meminta agar segera dilunasi.&lt;br /&gt;Dengan demikian, jika arisan qurban kita golongkan sebagai hutang yang jatuh temponya panjang atau hutang yang mudah dilunasi maka berqurban dengan arisan adalah satu hal yang baik. Wallahu a’lam. &lt;br /&gt;Hukum Qurban Kerbau&lt;br /&gt;Para ulama’ menyamakan kerbau dengan sapi dalam berbagai hukum dan keduanya dianggap sebagai satu jenis (Mausu’ah Fiqhiyah Quwaithiyah 2/2975). Ada beberapa ulama yang secara tegas membolehkan berqurban dengan kerbau. Baik dari kalangan Syafi’iyah (lih. Hasyiyah Al Bajirami) maupun dari madzhab Hanafiyah (lih. Al ‘Inayah Syarh Hidayah 14/192 dan Fathul Qodir 22/106). Mereka menganggap keduanya satu jenis.&lt;br /&gt;Syaikh Ibn Al Utasimin pernah ditanya tentang hukum qurban dengan kerbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi Pertanyaan:&lt;br /&gt;“Kerbau dan sapi memiliki perbedaan adalam banyak sifat sebagaimana kambing dengan domba. Namun Allah telah merinci penyebutan kambing dengan domba tetapi tidak merinci penyebutan kerbau dengan sapi, sebagaimana disebutkan dalam surat Al An’am 143. Apakah boleh berqurban dengan kerbau?”&lt;br /&gt;Beliau menjawab:&lt;br /&gt;“Jika kerbau termasuk (jenis) sapi maka kerbau sebagaimana sapi namun jika tidak maka (jenis hewan) yang Allah sebut dalam alqur’an adalah jenis hewan yang dikenal orang arab, sedangkan kerbau tidak termasuk hewan yang dikenal orang arab.” (Liqa’ Babil Maftuh 200/27)&lt;br /&gt;Jika pernyataan Syaikh Ibn Utsaimin kita bawa pada penjelasan ulama di atas maka bisa disimpulkan bahwa qurban kerbau hukumnya sah, karena kerbau sejenis dengan sapi. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;Urunan Qurban Satu Sekolahan&lt;br /&gt;Terdapat satu tradisi di beberapa lembaga pendidikan di daerah kita, ketika idul adha tiba sebagian sekolahan menggalakkan kegiatan latihan qurban bagi siswa. Masing-masing siswa dibebani iuran sejumlah uang tertentu. Hasilnya digunakan untuk membeli kambing dan disembelih di hari-hari qurban. Apakah ini bisa dinilai sebagai ibadah qurban?&lt;br /&gt;Perlu dipahami bahwa qurban adalah salah satu ibadah dalam islam yang memiliki aturan tertentu sebagaimana yang digariskan oleh syari’at. Keluar dari aturan ini maka tidak bisa dinilai sebagai ibadah qurban, alias qurbannya tidak sah. Di antara aturan tersebut adalah masalah pembiayaan. Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, biaya pengadaan untuk seekor kambing hanya boleh diambilkan dari satu orang. Oleh karena itu kasus tradisi ‘qurban’ seperti di atas tidak dapat dinilai sebagai qurban. Karena biaya pengadaan kambing diambil dari sejumlah siswa.&lt;br /&gt;Berqurban Atas Nama Orang yang Sudah Meninggal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berqurban untuk orang yang telah meninggal dunia dapat dirinci menjadi tiga bentuk:&lt;br /&gt;• Orang yang meninggal bukan sebagai sasaran qurban utama namun statusnya mengikuti qurban keluarganya yang masih hidup. Misalnya seseorang berqurban untuk dirinya dan keluarganya sementara ada di antara keluarganya yang telah meninggal. Berqurban jenis ini dibolehkan dan pahala qurbannya meliputi dirinya dan keluarganya, termasuk yang sudah meninggal.&lt;br /&gt;• Berqurban khusus untuk orang yang telah meninggal tanpa ada wasiat dari mayit. Sebagian ulama madzhab hambali menganggap ini sebagai satu hal yang baik dan pahalanya bisa sampai kepada mayit, sebagaimana sedekah atas nama mayit (lih. Fatwa Majlis Ulama Saudi no. 1474 &amp; 1765). Namun sebagian ulama’ bersikap keras dan menilai perbuatan ini sebagai satu bentuk bid’ah, mengingat tidak ada tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada riwayat bahwasanya beliau berqurban atas nama Khadijah, Hamzah, atau kerabat beliau lainnya yang telah meninggal, mendahului beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Pendapat yang lebih kuat dalam masalah ini adalah pendapat yang menyatakan bahwa berqurban atas nama orang yang sudah meninggal secara khusus tanpa ada wasiat sebelumnya adalah tidak disyariatkan. Karena Nabi r tidak pernah melakukan hal itu. Padahal beliau sangat mencintai keluarganya yang telah meninggal seperti istri beliau tercinta Khadijah dan paman beliau Hamzah.&lt;br /&gt;• Berqurban khusus untuk orang yang meninggal karena mayit pernah mewasiatkan agar keluarganya berqurban untuk dirinya jika dia meninggal. Berqurban untuk mayit untuk kasus ini diperbolehkan jika dalam rangka menunaikan wasiat si mayit. (Dinukil dari catatan kaki Syarhul Mumti’ yang diambil dari Risalah Udl-hiyah Syaikh Ibn Utsaimin 51)&lt;br /&gt;Umur Hewan Qurban&lt;br /&gt;Dari Jabir bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian menyembelih (qurban) kecuali musinnah. Kecuali apabila itu menyulitkan bagi kalian maka kalian boleh menyembelih domba jadza’ah.” (Muttafaq ‘alaih)&lt;br /&gt;Musinnah adalah hewan ternak yang sudah dewasa, diambil dari kata sinnun yang artinya gigi. Hewan tersebut dinamakan musinnah karena hewan tersebut sudah ganti gigi (bahasa jawa: pow’el). Adapun rincian usia hewan musinnah adalah:&lt;br /&gt;No. Hewan Usia minimal&lt;br /&gt;1. Onta 5 tahun&lt;br /&gt;2. Sapi 2 tahun&lt;br /&gt;3. Kambing Jawa 1 tahun&lt;br /&gt;4. Domba 6 bulan (domba Jadza’ah)&lt;br /&gt;(lihat Syarhul Mumti’, III/410, Taudhihul Ahkaam, IV/461)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang menjadi acuan usianya ataukah ganti giginya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yan menjadi acuan hewan tersebut bisa digolongkan musinnah adalah usianya. Karena penamaan musinnah untuk hewan yang sudah genap usia qurban adalah penamaan dengan umumnya kasus yang terjadi. Artinya, umumnya kambing yang sudah berusia 1 tahun atau sapi 2 tahun itu sudah ganti gigi. Disamping itu, ketika para ulama menjelaskan batasan hewan musinnah dan hewan jadza’ah, mereka menjelaskannya dengan batasan usia. Dengan demikian, andaikan ada sapi yang sudah berusia 2 tahun namun belum ganti gigi, boleh digunakan untuk berqurban. Allahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkurban dengan domba jadza’ah itu dibolehkan secara mutlak ataukah bersyarat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama berselisih pendapat dalam masalah ini. An Nawawi menyebutkan ada beberapa pendapat:&lt;br /&gt;Pertama, boleh berqurban dengan hewan jadza’ah dengan syarat kesulitan untuk berqurban dengan musinnah. Pendapat ini diriwayatkan dari Ibn Umar dan Az Zuhri. Mereka berdalil dengan makna dlahir hadis di atas.&lt;br /&gt;Kedua, dibolehkan berqurban dengan domba jadza’ah (usia 6 bulan) secara mutlak. Meskipun shohibul qurban memungkinkan untuk berqurban dengan musinnah (usia 1 tahun). Pendapat ini dipilih oleh mayoritas ulama. Sedankan hadis Jabir di atas dimaknai dengan makna anjuran. Sebagaimana dianjurkannya untuk memilih hewan terbaik ketika qurban.&lt;br /&gt;Insyaa Allah pendapat kedua inilah yang lebih kuat. Karena pada hadis Jabir di atas tidak ada keterangan terlarangnya berqurban dengan domba jadza’ah dan tidak ada keterangan bahwa berqurban dengan jadza’ah hukumnya tidak sah. Oleh karena itu, Jumhur ulama memaknai hadis di atas sebagai anjuran dan bukan kewajiban. Allahu a’lam. (Syarh Shahih Muslim An Nawawi 6/456)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cacat Hewan Qurban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cacat hewan qurban dibagi menjadi 3:&lt;br /&gt;a. Cacat yang menyebabkan tidak sah untuk berqurban, ada 4 [2]:&lt;br /&gt;- Buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya&lt;br /&gt;Jika butanya belum jelas – orang yang melihatnya menilai belum buta – meskipun pada hakekatnya kambing tersebut satu matanya tidak berfungsi maka boleh diqurbankan. Demikian pula hewan yang rabun senja. ulama’ madzhab syafi’iyah menegaskan hewan yang rabun boleh digunakan untuk qurban karena bukan termasuk hewan yang buta sebelah matanya.&lt;br /&gt;- Sakit dan jelas sekali sakitnya. Tetapi jika sakitnya belum jelas, misalnya, hewan tersebut kelihatannya masih sehat maka boleh diqurbankan.&lt;br /&gt;- Pincang dan tampak jelas pincangnya&lt;br /&gt;Artinya pincang dan tidak bisa berjalan normal. Akan tetapi jika baru kelihatan pincang namun bisa berjalan dengan baik maka boleh dijadikan hewan qurban.&lt;br /&gt;- Sangat tua sampai-sampai tidak punya sumsum tulang&lt;br /&gt;Dan jika ada hewan yang cacatnya lebih parah dari 4 jenis cacat di atas maka lebih tidak boleh untuk digunakan berqurban. (lih. Shahih Fiqih Sunnah, II/373 &amp; Syarhul Mumti’ 3/294).&lt;br /&gt;b. Cacat yang menyebabkan makruh untuk berqurban, ada 2 [3]:&lt;br /&gt;- Sebagian atau keseluruhan telinganya terpotong&lt;br /&gt;- Tanduknya pecah atau patah&lt;br /&gt;(lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/373)&lt;br /&gt;c. Cacat yang tidak berpengaruh pada hewan qurban (boleh dijadikan untuk qurban) namun kurang sempurna.&lt;br /&gt;Selain 6 jenis cacat di atas atau cacat yang tidak lebih parah dari itu maka tidak berpengaruh pada status hewan qurban. Misalnya tidak bergigi (ompong), tidak berekor, bunting, atau tidak berhidung. Wallahu a’lam (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/373)&lt;br /&gt;Footnotes:&lt;br /&gt;[1] Sufyan At Tsauri rahimahullah mengatakan: “Dulu Abu Hatim pernah berhutang untuk membeli unta qurban. Beliau ditanya: “Kamu berhutang untuk beli unta qurban?” beliau jawab: “Saya mendengar Allah berfirman: لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ (kamu memperoleh kebaikan yang banyak pada unta-unta qurban tersebut) (Qs. Al Hajj: 36). (lih. Tafsir Ibn Katsir, surat Al Hajj: 36)&lt;br /&gt;[2] Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang cacat hewan apa yang harus dihindari ketika berqurban. Beliau menjawab: “Ada empat cacat…dan beliau berisyarat dengan tangannya.” (HR. Ahmad 4/300 &amp; Abu Daud 2802, dinyatakan Hasan-Shahih oleh Turmudzi). Sebagian ulama menjelaskan bahwa isyarat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangannya ketika menyebutkan empat cacat tersebut menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membatasi jenis cacat yang terlarang. Sehingga yang bukan termasuk empat jenis cacat sebagaimana dalam hadis boleh digunakan sebagai qurban. (Syarhul Mumthi’ 7/464)&lt;br /&gt;[3] Terdapat hadis yang menyatakan larangan berqurban dengan hewan yang memilki dua cacat, telinga terpotong atau tanduk pecah. Namun hadisnya dlo’if, sehingga sebagian ulama menggolongkan cacat jenis kedua ini hanya menyebabkan makruh dipakai untuk qurban. (Syarhul Mumthi’ 7/470)&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Artikel www.muslim.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-7456153444808289248?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/7456153444808289248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=7456153444808289248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/7456153444808289248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/7456153444808289248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2010/09/ibadah.html' title='IBADAH'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-987912332002061457</id><published>2010-09-02T11:44:00.000+07:00</published><updated>2010-09-02T11:46:58.914+07:00</updated><title type='text'>Kisah</title><content type='html'>Kisah Hajar Aswad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim as diperintahkan Allah Swt membangun kembali Ka'bah. Ia memenuhi perintah itu dibantu putranya, Isma'il as. Saat hampir selesai mengerjakannya, Ibrahim as merasa ada yang kurang pada Ka'bah. Kemudian ia memerintahkan putranya, "Pergilah engkau mencari sebuah batu lagi yang akan aku letakkan di Ka'bah sebagai penanda bagi manusia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isma'il as mematuhi perintah ayahnya. Ia pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. Ketika sedang mencari, malaikat Jibril datang pada Isma'il as dan memberinya sebuah batu yang cantik. Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya. Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya, "Dari mana kamu peroleh batu ini?" Isma'il as menjawab, "Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu." Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Isma'il as.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu. Umar bin Khathab pernah menyambaikan bahwa Rasulullah Saw sendiri pernah menciumnya. Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya ia berkata, "Demi Allah, aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu." (Hadits no 228 Kitab Sahih Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sangat bersejarahnya, ada juga orang yang ingin mencuri Hajar Aswad. Di akhir bulan Muharram 1351 H, datanglah seorang laki-laki ke Ka'bah. Ia mencungkil Hajar Aswad, mencuri potongan kain Kiswah, dan membawa sepotong perak dari tangga Ka'bah. Untunglah, penjaga masjid mengetahuinya, laki-laki itu pun ditangkap dan dihukum. Tanggal 28 Rabi'ul Akhir tahun yang sama, dilakukan penempelan kembali bongkahan batu itu ke tempat asalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya perekatan itu, dilakukan penelitian oleh para ahli mengenai bahan perekat yang digunakan. Akhirnya ditemukan perekat berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar. (imam)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-987912332002061457?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/987912332002061457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=987912332002061457' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/987912332002061457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/987912332002061457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2010/09/kisah.html' title='Kisah'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-1949532586574432630</id><published>2010-09-01T22:01:00.000+07:00</published><updated>2010-09-01T22:02:25.872+07:00</updated><title type='text'>Pengetahuan Agama Islam</title><content type='html'>Tafsir surah al-Qamar (54): ayat 1 : &lt;br /&gt;"Telah sangat dekat kiamat dan telah terbelah bulan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah yang lalu, an-Najm-ditutup dengan ancaman tentang dekatnya kiamat, setelah awal ayatnya bersumpah tentang kebenaran al-Qur’an dengan menyebut an-Najm, yakni bintang yang berada dalam kuasa Allah saat terbit dan terbenamnya. Awal surah ini menekankan tentang kedekatan kiamat sambil membuktikan kuasa-Nya menyangkut bulan. Di sini Allah berfirman: "Telah sangat dekat kehadiran kiamat dan telah terbelah bulan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata iqtarabat terambil dari kata qaruba yang berarti dekat. Penambahan huruf alif pada awalnya dan ta di tengah kata qaruba memberikan arti sangat sehingga ia berarti telah sangat dekat. Kedekatan tersebut dibandingkan dengan masa yang telah dilalui oleh kejadian alam raya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat insyaqqa al-qamar menggunakan bentuk kata kerja masa lampau. Ini menjadikan sementara ulama menyatakan bahwa suatu ketika pada masa Nabi saw. bulan pernah terbelah dua. Sahabat Nabi Saw, Ibn Mas'ud, berkata bahwa suku Quraisy di Mekkah meminta bukti kepada Nabi Muhammad Saw atas kebenaran risalahnya dengan membelah dua bulan. Maka, Allah mengabulkan permintaan itu dan bulan pun terbelah, sebelah kirinya (HR bukhari). Riwayat menyangkut peristiwa ini sangat populer. Sekian banyak sahabat Nabi Saw memberitakannya, antara lain Anas Ibn Malik, Ibn Umar, Hudzaifah, Jubair Ibn Muth'im, Ibn Abbas, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati riwayat itu bersumber dari banyak orang yang menyatakan ikut menyaksikannya, sementara ulama menolaknya. Muhammmad Abduh, misalnya, tidak dapat menerima satu riwayat yang kurang logis walaupun diriwayatkan oleh banyak orang apalagi dapat diduga bahwa sering kali perawi-perawi menerima riwayat dengan mudah (tidak kritis) karena kandungannya bersifat ajaib dan indah sehingga mendorong perawi untuk cenderung membenarkannya. Para ulama yang menolak itu memahami kata insyaqqa dalam arti akan segera terbelah. Ini menurut mereka serupa dengan ucapan qamat menjelang salat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Muazin berkata dalam bentuk kata kerja masa lampau-qad qamat ash-shalah yang bila diterjamahkan secara harfiah berarti sungguh telah dilaksanakan shalat namun maksudnya adalah shalat segera akan dilaksanakan. Pemahaman ini mereka kemukakan karena mereka merasa bahwa peristiwa terbelahnya bulan pada masa lalu adalah suatu peristiwa yang sangat sulit diterima oleh akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thair Ibn Asyur, setelah mengemukakan perbedaan pendapat tentang terjadinya apa yang diuraiakan ayat di atas dan apakah itu terjadi sebelum atau sesudah turunnya ayat ini, menulis lebih jauh tentang beberapa kemungkinan yang dinilainya logis menyangkut peristiwa 'pembelahan bulan' itu. Ulama ini antara lain menulis bahwa: "Boleh jadi telah terjadi gempa yang besar di bulan yang mengakibatkan terjadinya satu lubang besar yang mengakibatkan terlihat sebagai bulan terbelah dua".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ulama yang memahami pembelahan bulan belum terjadi tapi akan terjadi menjelang kiamat mengatakan bahwa ayat di atas dengan menggunakan bentuk kata kerja madhilmasa lampau untuk satu peristiwa masa datang menunjukkan bahwa Allah swt. tidak disentuh oleh waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Maha Kuasa, masa lampau, kini, dan datang sama saja karena dia diatas dan menguasai waktu. Allah Maha Mutlak tidak disentuh oleh yang relatif. Hanya mahluk yang disentuh dan memerlukan waktu. Itu pun berbeda antara mahluk yang satu dan mahluk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim percaya bahwa tata kerja alam raya berjalan konsisten sesuai dengan hukum alam yang ditetapkan Allah. Tetapi, pada saat yang sama, setiap muslim harus percaya bahwa tidak tertutup kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa yang berbeda dengan kebiasaan yang terlihat sehari-hari karena, baik yang terlihat sehari-hari maupun yang tidak terlihat sehari-hari, biasa terlihat keduanya bila terjadi sangat mengagumkan dan keduanya dicakup oleh kuasa Allah Yang Maha  sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbelahnya bulan bukan sesuatu yang mustahil menurut akal walau mustahil menurut kebiasaan. Karena itu, terbelahnya bulan sebagai mukjizat yang telah pernah terjadi tidaklah harus dimungkiri dengan lasan tidak logis, apalagi semakin banyak orang yang terpercaya menginformasikannnya. Yang perlu diteliti untuk menerima atau menolaknya adalah riwayat-riwayat itu, apakah shahih atau tidak. Demikian, wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(M Quraish Shihab, Dewan Pakar Pusat Studi al-Qur'an)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-1949532586574432630?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/1949532586574432630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=1949532586574432630' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/1949532586574432630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/1949532586574432630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2010/09/pengetahuan-agama-islam.html' title='Pengetahuan Agama Islam'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-180575218386734497</id><published>2010-06-21T08:23:00.002+07:00</published><updated>2010-06-21T08:26:00.614+07:00</updated><title type='text'>REMAJA</title><content type='html'>Ramuan Penyembuh Wajah Berjerawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jakarta - Jerawat merupakan masalah umum yang sering meliputi kulit. Para wanita sering kali merasa terganggu dengan kondisi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu perawatannya pun lebih ekstra. Tak hanya rajin membersihkan wajah, namun memilih produk perawatan juga menjadi sesuatu yang penting untuk menjaga kestabilan kondisi kulit yang berjerawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dermatologis dari Washington DC, Tina Alster menjelaskan bahwa apapun yang bisa mengurangi kadar minyak dan bakteri pada wajah akan memberikan hasil yang positif. Ini sangat berlaku untuk kondisi kulit yang berjerawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa produk perawatan untuk kulit berjerawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kombinasikan perawatan yang mengandung adapalene dan benzoyl peroxide. Hasil yang didapat akan lebih baik ketimbang hanya menggunakan satu jenis saja. Biasanya kandungan ini merupakan kandungan dari perawatan yang diberikan oleh dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tea tree oil juga dapat diandalkan untuk masalah kulit berjerawat. Kandungan berfungsi untuk mengurangi sebum (minyak alami pada kulit) yang berlebihan. Selain itu tea tree dapat menghilangkan noda hitam bekas jerawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gunakan sabun yang mengandung sulfur untuk mengurangi pertumbuhan jerawat. Selain itu sulfur juga bekerja sebagai anti bakteri sehingga sangat cocok digunakan untuk kulit berjerawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(kik/fer)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-180575218386734497?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/180575218386734497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=180575218386734497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/180575218386734497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/180575218386734497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2010/06/remaja.html' title='REMAJA'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-309267995737237093</id><published>2010-04-23T08:27:00.001+07:00</published><updated>2010-04-23T08:30:22.698+07:00</updated><title type='text'>IMAM MADZHAB EMPAT</title><content type='html'>1. IMAM ABU HANIFAH&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Nama lengkap beliau adalah Abu Hanifah Nu’man ibn Tsabit At-Taimi, beliau lahir di Kuffah Irak tahun 80 H atau sekitar tahun 699 M. Dalam zamannya beliau terkenal sebagai seorang sarjana dan mahaguru yang luas ilmu pengetahuannya terutama di bidang hukum. Beliau hidup dalam dua dinasti yaitu Bani Ummayyah dan Bani Abbasyiyyah. Tapi sama sekali tidak turut aktif dalam gerakan politik. Gubernur Irak Yazid ibn Hubairrah, zaman khalifah Marwan ibn Muhammad dari dinasti Ummayyah, akan mengangkat Abu Hanifah menjadi Hakim tetapi Imam Abu Hanifah menolak dengan tegas, karena itu Imam Abu Hanifah ditahan dan disiksa di penjara. Hal yang sama pula ketika kerajaan Abbasyiyyah telah berdiri, khalifah Mansyur memanggil Abu Hanifah ke Bagdad dan kemidian ditawari posisi sebagai hakim kerajaan, beliaupun menolak karena itu pula beliau di tahan dan disiksa.&lt;br /&gt;Abu Hanifah telah mengabdikan hidupnya dalam studi hukum Islam dan memberikan kuliah-kuliah kepada para mahasiswanya. Beliau meninggalkan sebuah kitab yang dinamai “AL FIQH AL AKBAR” karya beliau dapat dihargai dengan sesungguhnya karena beliaulah orang pertama yang mencoba mengkodifisir hukum Islam dengan mamakai metode qiyas sebagai dasarnya, dalam menetapkan hukum-hukum Imam Abu Hanifah menggunakan dasar-dasar : Al qur’an, sunnah, pendapat sahabat, qiyas, istihsan dan tradisi masyarakat (u’rfu). Beliau telah dianggap sebagai pembangun suatu madzhab dimana mempunyai pengikut-pengikut yang tersebar di dunia utamanya di Turki, Pakistan, Afganistan, Indo China, Soviet dan Rusia.&lt;br /&gt;Pada Bulan Rajab tahun 150 H atau sekitar tahun 767 M beliau berpulang ke rahmatullah dalam usia 68 tahun didalam penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. IMAM MALIK IBN ANAS&lt;br /&gt;Nama lengkap beliau Iman Abu Abdillah Malik bin Anas Bin Abu Amir bin Amr bin haris bin Ghaimal bin Khutsail, lahir di Madinah tahun 95 H atau sekitar tahun 713 M dan menuntut ilmu di kota Madinah, kemudian menjadi ulama besar yang berpengaruh luas. Imam Malik memilki dua keistimewaan yang melebihi para ulama dalam zamannya, yaitu spesialis dalam ilmu hadist dan memangku jabatan sebagai mufti. Karya terbesarnya Al MUWATHTHA berupa kumpulan hadist.. Disamping itu beliau memberi fatwa dan mengajarkan hokum-hukum berdasar hasil ijtihadnya sendiri.&lt;br /&gt;Banyak mahasiswa bahkan ulama yang datang belajar kepadanya termasuk Imam Syafi’i. Dalam menetapkan hukum beliau menggunakan Qiyas walaupun dalam arti yang lebih sedikit daripada Imam Abu Hanifah. Sebagaimana Imam Abu Hanifah beliau juga telah membentuk Madzhab Fiqh. Pengikut-pengikutnya banyak di kotanya sendiri di Madinah, sekarang pengikutnya tersebar di Maroko, AlJazair, Tunis, Sudan, Kuwait dan Bahrain.&lt;br /&gt;Imam Malik Wafat tahun 179 H atau sekitar tahun 789 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. IMAM ASY SYAFI’I&lt;br /&gt;Nama lengkapnya Imam Abu Abdillah bin Muhammad ibn Idris Asy-Syafi’i, beliau dilahirkan di Gaza Palestina pada tahun 150 H atau sekitar tahun 757 M . Beliau punya hubungan silsilah kefamilian dengan Rasulullah SAW dari keturunan Muthollib ibn Abdil Manaf, dilahirkan sebagai seorang yatim sejak kecil tumbuh dan menuntut ilmu di Mekkah bersamanya dengan ibunya yang hidup dalam keadaan miskin dan kekurangan. Sejak usia muda Imam Syafi’i telah hafal Al qur’an 30 juz, terkenal sebagai seorang yang jenius yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Pernah beliau belajar tentang hadist pada Imam Malik di Madinah dan dalam waktu yang singkat kitab Imam Malik yang bernama Al Muwaththa itu terhapal semua.&lt;br /&gt;Terhadap semua pengetahuan yang berhubungan dengan Al qur’an, sunnah, ucapan-ucapan para sahabat nabi, sejarah serta pendapat-pendapat yang berlawanan dari para ahli dan sebagainya, diaduknya dengan sempurna dengan pengatahuannya yang mendalam tentang bahasa Arab baik dalam lughat, nahwunya, shorofnya serta syairnya. Imam Ahmad ibn Hambal dengan segenap kejujurannya mengungkapkan bahwa “Imam Syafi’i bagi ummat ini ibarat matahari bagi bumi dan laksana kesehatan bagi tubuh, siapa yang akan dapat menggantikannya?”. Di forum diskusi beliau termasuk seorang yang ulet dengan argumentasinya yang sulit dipatahkan.&lt;br /&gt;Imam Syafi’i termasuk orang yang beruntung hidupnya dalam bidang ilmiah. Beliau muncul setelah tersusunnya kodifikasi syari’ah menurut sistem-sistem yang teratur dalam bentuk yang rapih. Dengan demikian beliau mudah mempelajari buah-buah pikiran dari ulama terdahulu dan belajar langsung dari mahaguru-mahaguru terkemuka. Karena itu belaiu akhirnya dapat mencapai suatu prestasi yang tinggi dalam bidang ilmiah, beliau mampu merumuskan suatu metode yang mempersatukan Al qur’an, sunnah, ijma dan qiyas. Berbeda dengan Imam Abu Hanifah sebagai seorang ahli metode berfikir dan lebih menyetujui suatu metode spekulasi yang hipotesis, maka Imam Asy Syafi’i tidak menyetujui metode itu, namun demikian beliau yang luas pandangan, ilmu dan pengalaman, beliau juga menguasai fiqh sarjana dan ulama Hijaz dan Fiqh sarjana-sarjana Irak. Sebab itu ketika Imam Asy Syafi’i muncul di Bagdad maka ajarannnya banyak mendapatkan pengikut.&lt;br /&gt;Imam Asy Syafi’i mempunyai dua qaul (pendapat). Ketika beliau bermukim di Bagdad namanya qaul qodiem (pendapat terdahulu) sedangkan mulai tinggal di Mesir namanya Qaul Jadied (pendapat baru). Tidak terhitung banyaknya ulama yang datang belajar kepada beliau . Selama hayatnya beliau telah menulis sejumlah 113 kitab tentang tafsir, fiqh sastra dan lain-lainnya. Antara lain kitab paling masyhur adalah kitab “AL UM”. Para pengikut madzab Imam Syafi’i banyak tersebar di Indonesia, Hadramaut, Malaysia Libanon dan Mesir.&lt;br /&gt;Imam Syafi’i wafat pada bulan Rajab tahun 204 H atau sekitar tahun 820 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. IMAM AHMAD IBN HAMBAL&lt;br /&gt;Beliau lahir di Bagdag Irak pada bulan Robilul awal tahun 164 H atau sekitar tahun 780 M. Terkenal ahli dalam hadist, fiqh dan teologi. Beliau juga salah satu murid dari Imam Asy Syafi’i. Sewaktu Imam Syafi’i meninggalkan Bagdad beliau berkata, ”Saya tidak meninggalkan di Bagdad orang yang lebih alim dan lebih cerdas selain dari Ahmad ibn Hambal”. Mula-mula beliau belajar pada Imam Syafi’i, dan setelah cukup ilmu dan pengatahuannya lalu beliau berijtihad serta merintis suatu madzhab tersendiri yang kita kenal dengan madzhab Hambali.&lt;br /&gt;Seperti iman-imam adzhab yang terdahulu banyak pula ulama-ulama besar yang datang belajar padanya. Beliau terkenal sebagai seorang yang teguh pendirian dan keras mempetahankannya.Watak itu yang menyebabkan khalifah Al Makmum menyiksa dan menghukumnya karena perbedaan pendapat tentang qadim Al qur’an. Menurut Al Makmun sebagaimana pendapat Mu’tazilah (madzhab resmi yang dianut oleh kerajaan khalifah Al Makmun) bahwa Al quran itu makhluk dan oleh sebab itu adalah baru (hudust). Pendapat ini dipaksakan oleh kholifah Al Makmun tetapi Imam Ahmad ibn Hambal secara tegas menolak pendapat tersebut.&lt;br /&gt;Imam Ahmad ibn Hambal banyak menulis buku-buku yang berharga, terutama dalam ilmu hadist. Beliau menyusun sebuah musnad hadist yang tidak ditemukan oleh ulama lainnya. Musnad tersebut berisi 40.000 buah hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dari berbagai sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-309267995737237093?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/309267995737237093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=309267995737237093' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/309267995737237093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/309267995737237093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2010/04/imam-madzhab-empat.html' title='IMAM MADZHAB EMPAT'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5486920855006275741.post-2244387899339678276</id><published>2010-04-08T09:03:00.000+07:00</published><updated>2010-04-08T09:04:56.183+07:00</updated><title type='text'>RILEKS</title><content type='html'>Tertawa itu Sehat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERTAWA ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tertawa terbahak-bahak selama satu menit setara dengan 45 menit olahraga yang mengeluarkan keringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, efek tertawa selama 20 detik sama halnya dengan tiga menit joging, yang baik untuk kesehatan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Getaran yang dihasilkan ketika kita tertawa membuat jantung berdetak lebih kencang. Selain itu, tekanan darah meningkat dan oksigen dalam darah juga naik. Bahkan endorfin yang diproduksi otak akan melahirkan rasa nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi membuktikan tekanan darah menurun 10-20 mm ketika seseorang tertawa selama 10 menit. Endorfin atau hormon anti stres yang dilepas akan mengalahkan hormon stres (cortisol, adrenalin, epinephrine). Tekanan darah sebagai penyebab berbagai penyakit pun dapat berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertawa terbahak-bahak juga memicu produksi sel-sel limfosit sebagai pembunuh stres alami. Dengan kata lain, efek tertawa dapat meningkatkan sistem imun tubuh kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian yang dilakukan psikiatris Arthur Stone dari State University of New York di Stony Brook Medical School membuktikan hal itu. Selama tiga bulan ia melakukan studi dengan melibatkan 96 pria untuk mengukur tingkat antibodi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu menunggu saat yang tepat untuk tertawa, seperti saat menonton tayangan lucu, bercanda dengan teman atau membaca buku humor. Tertawa tanpa sebab pun sah-sah saja, toh bermanfaat bagi kesehatan Anda. Alternatif lain, tak ada salahnya mencoba bergabung dengan kelompok tertawa yang kini mulai menjamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;(berbagai sumber/CN16)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5486920855006275741-2244387899339678276?l=fandholi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fandholi.blogspot.com/feeds/2244387899339678276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5486920855006275741&amp;postID=2244387899339678276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/2244387899339678276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5486920855006275741/posts/default/2244387899339678276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fandholi.blogspot.com/2010/04/rileks.html' title='RILEKS'/><author><name>FANDHOLI</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-ciXq3cHi_fM/ToZt9pLxrfI/AAAAAAAAAJ8/p6Y3h23By-0/s220/Fan%2BAlone.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
